Saturday, April 2, 2016

SUNSET BOLIHUTUO

Pantai Bolihutuo (Bolihutuo Beach) terletak di Kec. Botumoito Kab. Boalemo Prov. Gorontalo. Kurang lebih 15 Km dari pusat Kota Tilamuta, pusat pemerintahan Kab. Boalemo.  Pantai indah dengan hamparan pasir putih dan laut teduh. Beragam sarana wisata, seperti banana boat, spead boat dan water park turut memanjakan pelancong.  Mayoritas pelancong, saat ini kebanyakan turis domestik.  Baik dari Kab. Boalemo, Kab Pahuwato ataupun dari Kota Gorontalo.  

Sunrise dan sunset di Bolihutuo terkenal indah, sehingga banyak ditunggu para pelancong. Untuk mendapatkan keduanya, kali ini RN camping bersama anak & istri di Bolihutuo hehehe...Setelah menempuh perjalanan mengendarai mobil sekitar 20 menit dari Tilamuta, Sabtu sore RN segera menggelar camp berikut segala pernak-perniknya.  Camping kali ini cukup menyenangkan, sore menikmati sunset, malam bakar ikan dan api unggun, pagi menikmati sunrise dan mandi di pantai. Tak kurang, anak-anak begitu menikmati dan meminta RN untuk mengulang camping kembali.

Prinsipnya, Pantai Bolihuto cukup indah dan cocok untuk camping.  Pasir putihnya lembut dan garis pantainya panjang.  Tetapi wisata Pantai Bolihuto selain hari Minggu atau hari libur hanya terdapat sedikit pengunjung, bahkan hampir-hampir tidak ada.  Mungkin kurangnya promosi, atau juga jauhnya dari Kota Gorontalo. Butuh 2,5 Jam perjalanan dari Kota Gorontalo (sekitar 120 Km), sekitar 2 jam dari Bandar Udara Djalaludin Gorontalo (sekitar 75 KM).

Pada suatu acara Pemda Boalemo yang diselenggarakan di Pantai Bolihuto, saat itu di hadiri Dr. Rizal Ramli Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Bupati Boalemo Rum Pagau dalam sambutan menyatakan bahwa Pantai Boalemo telah lumayan menjadi sumber pendapatan asli daerah. Sebelumnya dengan biaya pengeloaan setahun sekitar 150 Juta hanya memberikan pemasukan sekitar 100 Juta, tetapi saat ini telah memberikan pemasukan sekitar 1 milyar.  Wowww....lumayan (RN)

MURAHNYA IKAN TPI TILAMUTA


Pagi di Tilamuta dibuka dengan hiruk-pikuk pelelangan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tilamuta.   Pelelangan dimulai Pukul 05.30 s/d selesai.  Beragam ikan, khususnya ikan-ikan dasar (ikan domersal/ikan karang) mendominasi pelelangan.  Memang, banyaknya karang laut di Kabupaten Boalemo Gorontalo yang masih lestari menjadikan rumah idaman bagi ikan-ikan karang, seperti Kakap, Baronang, Ekor Kuning dan Kerapu.   Tetapi ikan-ikan pelagis,  seperti Tuna, Cakalang, Mubarak dan Kembung juga tidak kalah banyaknya.

Ikan dari nelayan dijual dengan cara diikat menggunakan tali bambu.   Lelang dihargai perikat.  Harga berfariasi tergantung jenis ikan, banyaknya ikan dan besar kecilnya ikan.  Tentu saja sesuai hukum pasar, terpenting tergantung penawaran dan permintaan.   Bila musim angin dan gelombang, ikan menjadi langka.  Sedangkan permintaan tetap banyak sehingga hargapun menjadi tinggi.

Pembeli terbanyak adalah pedagang ikan.  Lazimnya mereka menjual lagi di pasar-pasar atau menjajakannya berkeliling kepada masayarakat.  Ikan yang dibeli, dijual kembali dalam bentuk ikatan atau tumpukan-tumpakan kecil.  Mereka mengecerkannya dengan harga sekitar Rp. 10.000,- s/d 30.000,- perikat/tumpuk.  Sedangkan modalnya, mereka membeli perikat dipelelangan dengan harga relatif, biasanya sekitar Rp. 50.000,- s/d 300.000,-.  Dalam satu ikat, dapat berisi ikan sebesar telapak-telapak tangan sekitar 30 (tiga puluh) ekor atau 40 (empat) puluh ekor.

Murah bukan ? bayangkan bila dibandingkan dengan harga ikan di mall-mall di jawa.  Harga 1 (satu) Kg ikan kakap mencapai Rp. 70.000,-.  Kalau di hitung perkilogram, mungkin satu kilogram kakap di Tilamuta hanya sekitar Rp. 20.000,- s/d Rp. 30.000,-.  Bahkan RN pernah membeli di pelelangan,  cumi dalam satu ember bekas cat 25 kg.   Isi penuh hanya dengan Rp. 40.000,-. Wowww……(itupun katanya kemahalan wkwkwkwk).

Pagi ini RN ikut pelelangan, pagi-pagi sudah mandi bersiap menuju pelelangan.  Pukul 06.00 merapat dipelelangan.  Beragam ikan sedang dilelang dengan cara penawaran naik-naik hingga didapatkan penawar tertinggi.   Eitttttt…. Bisa saja penawaran turun-turun, tentu bila permintaan kurang, misal pembeli sedang sedikit.  Kadang ikan dibuka harga lelang Rp. 100.000,- tetapi karena tidak ada yang berminat, akhirnya turun-turun hingga bisa kena harga Cuma Rp. 10.000,-.  Murah bukan ?

Lelang dilakukan berurut-urut.  Ikatan-ikatan ikan diletakkan berjejer dilantai.  Setelah lihat, lihat dan cermati hehehe…akhirnya pilihan RN jatuh pada ikan Mubarak.   Saat giliran Ikan Mubarak dilelang, RN cukup tunjuk jari.  Dari buka harga lelang Rp. 50.000,-, naik-naik hingga RN menjadi penawar tertinggi harga Rp. 70.000,-.  Lumayan….. 1 (satu) ikat sebanyak 30 (tiga) puluh ekor Mubarak RN ambil.  Tidak lupa RN bayar dulu di loket. (RN/HS)