Pagi di Tilamuta dibuka dengan hiruk-pikuk pelelangan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tilamuta. Pelelangan dimulai Pukul 05.30 s/d selesai. Beragam ikan, khususnya ikan-ikan dasar (ikan domersal/ikan karang) mendominasi pelelangan. Memang, banyaknya karang laut di Kabupaten Boalemo Gorontalo yang masih lestari menjadikan rumah idaman bagi ikan-ikan karang, seperti Kakap, Baronang, Ekor Kuning dan Kerapu. Tetapi ikan-ikan pelagis, seperti Tuna, Cakalang, Mubarak dan Kembung juga tidak kalah banyaknya.
Ikan
dari nelayan dijual dengan cara diikat menggunakan tali bambu. Lelang dihargai perikat. Harga berfariasi tergantung jenis ikan,
banyaknya ikan dan besar kecilnya ikan.
Tentu saja sesuai hukum pasar, terpenting tergantung penawaran dan
permintaan. Bila musim angin dan gelombang, ikan menjadi
langka. Sedangkan permintaan tetap
banyak sehingga hargapun menjadi tinggi.
Pembeli
terbanyak adalah pedagang ikan. Lazimnya
mereka menjual lagi di pasar-pasar atau menjajakannya berkeliling kepada
masayarakat. Ikan yang dibeli, dijual
kembali dalam bentuk ikatan atau tumpukan-tumpakan kecil. Mereka mengecerkannya dengan harga sekitar
Rp. 10.000,- s/d 30.000,- perikat/tumpuk.
Sedangkan modalnya, mereka membeli perikat dipelelangan dengan harga
relatif, biasanya sekitar Rp. 50.000,- s/d 300.000,-. Dalam satu ikat, dapat berisi ikan sebesar
telapak-telapak tangan sekitar 30 (tiga puluh) ekor atau 40 (empat) puluh ekor.
Murah
bukan ? bayangkan bila dibandingkan dengan harga ikan di mall-mall di
jawa. Harga 1 (satu) Kg ikan kakap
mencapai Rp. 70.000,-. Kalau di hitung
perkilogram, mungkin satu kilogram kakap di Tilamuta hanya sekitar Rp. 20.000,-
s/d Rp. 30.000,-. Bahkan RN pernah
membeli di pelelangan, cumi dalam satu
ember bekas cat 25 kg. Isi penuh hanya
dengan Rp. 40.000,-. Wowww……(itupun katanya kemahalan wkwkwkwk).
Pagi
ini RN ikut pelelangan, pagi-pagi sudah mandi bersiap menuju pelelangan. Pukul 06.00 merapat dipelelangan. Beragam ikan sedang dilelang dengan cara
penawaran naik-naik hingga didapatkan penawar tertinggi. Eitttttt…. Bisa saja penawaran turun-turun,
tentu bila permintaan kurang, misal pembeli sedang sedikit. Kadang ikan dibuka harga lelang Rp. 100.000,-
tetapi karena tidak ada yang berminat, akhirnya turun-turun hingga bisa kena
harga Cuma Rp. 10.000,-. Murah bukan ?
Lelang
dilakukan berurut-urut. Ikatan-ikatan
ikan diletakkan berjejer dilantai.
Setelah lihat, lihat dan cermati hehehe…akhirnya pilihan RN jatuh pada
ikan Mubarak. Saat giliran Ikan Mubarak
dilelang, RN cukup tunjuk jari. Dari
buka harga lelang Rp. 50.000,-, naik-naik hingga RN menjadi penawar tertinggi
harga Rp. 70.000,-. Lumayan….. 1 (satu)
ikat sebanyak 30 (tiga) puluh ekor Mubarak RN ambil. Tidak lupa RN bayar dulu di loket. (RN/HS)


No comments:
Post a Comment